Skip to main content

menang.

menang 30 hari bercerita

Menang.

Menang. Rasanya senang tak berbilang. Girang bukan kepalang. Seolah ingin bersulang. Dengan gelas-gelas piala dibawah lampu benderang.

Suasana hati pun teramat riang. Seperti malam-malam penuh bintang. Lalu lampu sorot mengarah padamu, menerpa wajah sumringahmu. Silau. Terang.

Seketika kamu berada di panggung penghargaan. Namamu dipanggil dalam riuh dan gemuruh tepuk tangan. Diiringi alunan musik yang berdendang.

Ada piala dan podium sambutan. Ada histeria saling bersahutan. Dan kamu berdiri tegak dengan mikrofon dalam genggaman. Tersenyum sejenak lalu bersuara, lantang.

Tiba-tiba lampu-lampu padam. Semua gelap kecuali nyala hatimu. Aku dimana? Tanyamu ragu. Tak lagi ada suara-suara. Tak ada keramaian. Sunyi. Semua hilang.

Menang, memang memberikan kesempatan untuk menjadi besar. Tapi juga memberi celah yang sama besar untuk menjerumuskan. Tenggelam dalam pusaran pujian.

Dimana hatimu yang bersih tetiba murung saat tak ada lagi yang memuji? Dimana niatmu yang lurus lalu seketika luruh saat tak ada yang menyebut namamu?

Puncak yang menjulang membuatmu merasa tinggi. Kamu lupa bahwa banyak bahu yang rela menjadi injakan anak tanggamu untuk sampai di atas sana.

Kemilau lampu di panggung mewah menjadikanmu merasa wah. Kamu lupa ada berjuta doa yang rela terhampar untuk diinjak sebagai karpet merahmu?

Maka ingatlah jalan pulang, wahai pejuang. Pohon yang menjulang justru mudah tumbang saat angin kencang datang. Maka tetaplah menjadi ilalang yang merunduk rendah, saat badai datang berulang.

Dan terus ingatlah firman Tuhan saat manusia mulia bernama Muhammad menggapai kemenangan dalam penaklukan Kota Makkah. "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya."

Karena semua yang kamu genggam bukan berarti benar-benar milikmu. Karena semua yang kamu gapai bukan berarti hanya usahamu seorang. Semua akan lekang, kecuali amal kebaikan yang selalu hidup dan tak akan hilang.
.
.
03/01/2018
@30haribercerita

Baca Juga : Kalah

Comments

Popular posts from this blog

AHOK dan INKONSISTENSI

Publik gempar. Masyarakat luas geram, gerah, marah dan meradang. Ragam komentar keras muncul dari tokoh-tokoh agama, hukum, lintas partai, ormas juga tokoh politik atas 'aksi' Ahok kali ini. Bersama tim penasehat hukumnya, Ahok mempertontonkan sikap tak beretika kepada ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin.  Sosok ulama yang sangat dihormati dan disegani oleh umat Islam, yang juga menempati posisi tersendiri di hati para nahdiyin. Peristiwa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Sikap yang cenderung menyudutkan, merendahkan, tak beretika, membuat pertanyaan berulang di luar substansi, menudingkan kebohongan, hingga ancaman proses hukum kepada KH Ma'ruf Amin tersebut membuat emosi umat Islam kembali terpantik. Bagai jerami kering yang ditaburi bara api.  Dari salah satu portal berita online  nasional yang ada dapat diketahui bahwa pada awalnya Ahok tidak merasa bersalah dengan hal tersebut, juga tidak te...

Bersuaralah Kata-kata

Bersuaralah Kata-kata | Dokumentasi Prbiadi Benar katamu. Hujan tak menghalangi. Ia hanya membasahi.  Seperti sore ini. Pemilik jiwa-jiwa tulus itu memilih diam tak beranjak. Memilih sabar tak melangkah. Memilih bersama derai hujan yang membasahi. Lihatlah. Ada yang berpayung. Bermantel hujan. Atau lebih suka berbasahan. Menikmati hujan yang mengantarkan keberkahan. Saat pintu langit terbuka. Bagi doa-doa untuk saudara kita di Palestina. Di panggung orasi. Hujan justru menyemangati. Maka bersuaralah kata-kata. Untuk membuat dunia tahu bahwa Palestina ada.  Maka bersuaralah kata-kata. Untuk membuat dunia mengerti bahwa Palestina tak sendiri. Boleh Amerika menganggap dirinya negara digdaya. Tapi ada saatnya kelak, kedigdayaan akan bertekuk lutut di hadapan tekad yang membaja.  Siapa yang menyangka kisah Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya, berakhir di tangan si kecil Ababil? Sebuah tanda bahwa kuasa manusia hanyalah secuil. ...

Tapis Blogger Gathering : Serunya Ngeblog Sebagai Hobi, Profesi dan Ruang Berbagi

Pembukaan Tapis Blogger Gathering | Dokumentasi Pribadi Minggu, 17 Desember 2017. Hari libur yang dinantikan karena akan ada acara keren dan full manfaat. Yaps. Tapis Blogger Gathering namanya. Acara ini diadakan oleh komunitas Tapis Blogger untuk para anggotanya dan juga terbuka untuk umum. “Menjadikan Ngeblog Sebagai Hobi, Profesi, dan Ruang Berbagi,” begitulah tema yang diusung pada acara ini. Acara yang diselenggarakan di Secret Garden Foodcourt, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, diisi oleh tiga narasumber yang sangat mumpuni di bidangnya. Kalau istilah para bloger, mastah. Ada Naqiyyah Syam, Heni Puspita, yang keduanya merupakan founder Tapis Blogger. Dan pemateri ketiga adalah Agustinus Leandro, salah satu mastah blogger Lampung yang sudah menggeluti dunia blogging sejak tahun 2006. Sejak pagi hari, Mbak Naqi, saya biasa memanggilnya seperti itu, sudah woro-woro ke para peserta untuk bersiap-siap untuk acara ini. Memberi reminder agar peserta tidak terlambat dan m...